Indonesia Corolla GTi Forum
Semua Tentang Accu/Aki - Printable Version

+- Indonesia Corolla GTi Forum (http://icgti.com)
+-- Forum: Diskusi Umum (/forum-6.html)
+--- Forum: Tips (/forum-45.html)
+--- Thread: Semua Tentang Accu/Aki (/thread-144.html)



Semua Tentang Accu/Aki - theansoracing - 06-18-2013 01:03 PM

Dear all,
Tulisan saya kali ini adalah lebih jauh kita mengenal Accu. Saya membagi tulisan menjadi 3 (tiga) bagian:
1. Cara baca Kode Produksi.
2. Mengenal Jenis Accu dan Perawatannya.
3. Penyebab Accu Soak.

1. CARA BACA KODE PRODUKSI :
Setiap merek Accu yang beredar mempunyai kode produksi aki yang berbeda. Dengan membaca kode produksi accu, dapat diketahui berapa lama accu disimpan di toko sebelum dibeli.
Secara garis besar ada dua standarisasi penamaan accu, yakni standar Jepang (JIS) dan Jerman (DIN):

- JIS (Japan Industrial Standard) type.
JIS banyak digunakan untuk mobil mobil buatan Jepang.
Contoh kode paling panjang NS40ZLS.
Cara bacanya :

* Huruf N = berarti Normal
* Huruf kedua S = merupakan pengurangan daya accu sebesar 20%.
* Kode 40 = adalah angka utama daya.
* Huruf Z = yakni penambahan daya accu sekitar 10% setelah dikurang huruf ‘S’ pertama.
* Huruf L= artinya “left”, yang menandakan pole (posisi kutup kepala accu (-) berada disebelah kiri).
* Terakhir huruf S= menandakan accu memiliki pole besar.

Contoh rumusnya, seperti NS40ZLS ? type Jepang, 40Ah – 20% + 10% = 35 Ah, pole kutub negatif di sebelah kiri dan kepala accu besar.

Jika masih membingungkan, mulai dari angka yang simpel, misalnya N40. accu ini punya daya 40Ah, tanpa ada pengurangan atau penambahan persentase. Tapi, perlu diketahui juga, type accu yang memiliki pole kepala accu besar bukan hanya yang memiliki kode ’S’ di paling belakang, seperti NS40ZS, NS40ZLS, NS60S dan NS60LS, tapi type N40 ini juga memiliki pole kepala accu besar. Kenapa? Karena dasarnya yang harus diingat yang memiliki kepala accu kecil hanya accu yang berkode ’NS’ di depan angka dan memiliki ampere di bawah 45Ah. Berarti NS70 = 70Ah – 20% = 56Ah, memiliki pole kepala accu besar, meski tanpa memiliki kode ’S’ di paling belakang. Tambahan lain yang perlu diingat, kode accu yang memiliki kode huruf ’L’, dipastikan kutup pole negatif berada di posisi sebelah kiri, dan yang tidak memiliki kode ’L’, dipastikan juga kutub negatifnya berada di posisi sebelah kanan.

Sebagai contoh :

* N 40 = Kapasitas 40 Ah
* NS 40 = kapsitas 32 Ah
* NS 40 Z = Kapsitas 35 Ah
* NS 40 ZS = Kapasitas 35 Ah dg terminal pole lebih besar
* NS 40 ZLS = Kapasitas 35 Ah dg terminal (+) dan (-) terbalik

Lantas bagaimana cara mengetahui posisi pole di accu? Caranya, pastikan pole accu harus persis di depan anda disesuaikan dengan cara baca “danger / peringatan” dengan benar, kemudian lihat pole negatif ada di sebelah kiri atau kanan.

Satu sisi, perkembangan zaman belakangan ini, semua type accu yang baru bermunculan, namun tetap pada kadar ampere yang sama, hanya pada perubahan kodenya saja. Seperti, 35B24R merupakan kode pengganti NS40Z, yang artinya 35 = 35Ah, B = kode pabrik, 24 = panjang 24 cm, dan R= Right (kanan).

- DIN Type (Standar Jerman)
Lain halnya dengan type JIS, type DIN memiliki arti yang berbeda lagi. DIN (Deutsches Institut für Normung) banyak digunakan mobil mobil buatan Eropah Namun penamaannya lebih simpel. Kode accu DIN hanya berupa rangkaian lima angka. Yang perlu diperhatikan, adalah tiga digit angka terdepan yang menunjukkan kapasitas powernya.

Digit pertama melambangkan angka pertama daya, 5 = 0, 6 = 1, 7 = 2. kedua angka berikutnya tinggal ditempelkan ke angka pertama untuk mengetahui daya accu. Misal kode 55533, angka pertama 5 = 0, lalu dua angka berikutnya 55, maka daya accu ini adalah 055Ah. Contoh lain kode 60038, yang berarti angka pertama 6 = 1, dan angka dua berikutnya 00, yang artinya daya accu ini adalah 100Ah.

Seluruh accu punya kode besar dan letak kepala pole accu nya itu “tenggelam“ , sehingga total tinggi/TT (ditambah tinggi pole) sama dengan tinggi/T (hanya sampai wadah aki). Beda dengan accu JIS yang punya kepala pole accu nya “timbul ke atas“ (sering disebut nongol), sehingga total tinggi/TT lebih besar dari tinggi accu/T. Oleh sebab itu, accu type JIS dan DIN mempunyai penggunaan yang relatif berbeda, yang cenderung disesuaikan dengan spesifik jenis mobil.

Jadi, sekarang tidak perlu binggung lagi melihat ukuran ampere yang digunakan di mobil kita. Dengan mencermati ukuran accu lama di mobil kita, pasti sudah mudah menentukan berapa ampere ukuran yang cocok untuk ditemukan accu yang cocok dengan kendaraan kita. Bukan hanya itu, kita juga bisa mencari accu berkapasitas lebih besar yang disesuaikan dengan breket aki standar


Kode Accu Yuasa
Misal accu Yuasa dengan 7 digit kode 2106049. Dua nomor paling kiri kode hari, dua angka berikut tanda bulan produksi, dua angka berikut tahun produksi, dan angka terakhir kode negara produksi. Artinya accu ini diproduksi hari ke-21, di bulan ke-6, di tahun 2004, dan diproduksi di Indonesia.

Kode Accu GS
Sedikit berbeda dengan kode di GS dengan 6 digit yang mencantumkan kode 20B4B5. Tanggal produksi di dua nomor pertama. B berarti dibikin November. GS memberi kode untuk bulan Januari- September menggunakan angka 1 sampai 9. Untuk Oktober-Desember menggunakan kode A sampai C. Angka 4 berarti tahun produksi. Sedangkan B5, waktu shift produksi di pabrik dan di line mana accu diproduksi.

Umur aki yang efektif sebenarnya dimulai saat aki diisi accu zuur. Pada saat itu, sel-sel aki suah mengalami proses reaksi kimia. Setelah itu, semua tergantung kondisi pemakaian. Jadi, dihitung 1,5 sampai 2 tahun itu sejak pertama kali accu zuur menyentuh sel aki. Usahakan membeli Aki dengan kode produksi sebelum 4 bulan terakhir.

Ada kode khusus pembacaan Jis untuk tipe Aki.contoh
NS60L : 46B24L artinya 46 adalah 46 ah seri b luas container Aki 24 L adalah posisi pull positif di kiri...

2. MENGENAL ACCU DAN PERAWATANNYA :
Accu merupakan komponen penting dalam kendaraan yang memiliki fungsi:

1. Sebagai alat penyedia arus listrik untuk starter mesin, penerangan,dan kelistrikan aksesoris seperti: tape, alarm,dll.
2. Menstabilkan tegangan kendaraan dan mem-back-up alternator bila tidak mampu memenuhi kelebihan beban listrik yang diperlukan di kendaraan.

JENIS ACCU:
Jenis accu dapat ditentukan oleh kandungan timbal (Pb) dan kalsium (Ca) di dalamnya. Di pasaran, terdapat tiga macam jenis accu, yakni:

1. Konvensional/ premium
Accu jenis ini membutuhkan perawatan (penambahan air accu) secara berkala. Plat positif dan negatifnya menggunakan kandungan PbSb dan PbSb.

2. Hybrid (low maintenance)
Accu jenis ini perawatannya lebih rendah jika dibandingkan dengan accu konvensional karena laju penguapan air dan laju kehilangan muatan listriknya sangat rendah. plat positif dan negatifnya menggunakan kandungan PbSb dan PbCa. Kendaraan Toyota terbaru umumnya menggunakan accu tipe ini.

3. Bebas perawatan (Maintenance free/MF)
Accu MF tidak perlu membutuhkan perawatan karena laju penguapan air dan laju kehilangan muatan listriknya sangat rendah. Plat positif dan negatifnya menggunakan kandungan PbCa dan PbCa.
Setiap jenis accu selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Accu konvensional juga sangat baik asal kita rajin merawatnya. Namun jika tertarik dengan accu yang bebas perawatan, maka kita harus menyiapkan dana ekstra karena harganya lebih mahal.

TIPS MERAWAT ACCU:
Meski memiliki fungsi yang sangat vital, kadang perawatan accu kurang diperhatikan. Kurangnya perawatan terhadap komponen ini, tentu saja dapat menimbulkan masalah terhadap kinerja accu, salah satunya akan berakibat lebih pendeknya usia pakai accu dari yang seharusnya. Berikut adalah tips perawatan accu agar dapat bekerja secara optimal dan tentu saja tidak mudah rusak.

1. Matikan Komponen Kelistrikan Ketika Mesin Mati
Selesai berkendara, matikan dulu komponen kelistrikan sebelum mematikan mesin, agar muatan listrik pada accu tidak berkurang, dan saat dihidupkan kembali, beban accu mampu memenuhi kebutuhan sistem starter.

2. Panaskan Mesin Kendaraan
Kendaraan yang jarang digunakan dapat memperpendek umur accu. untuk kendaraan yang jarang digunakan sebaiknya secara rutin memanaskan mesin secukupnya atau dapat pula melepas terminal negatif accu.

3. Periksa level air accu
permukaan air accu harus dipertahankan antara batas atas dan batas bawah, oleh karena itu perlu diperiksa secara rutin minimal satu bulan sekali. Jika air yang terdapat dalam accu berada di bawah batas bawah (lower level yang tertera dalam kemasan accu), sementara accu tersebut terus digunakan maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan accu. Pengisian yang melewati batas atas (berlebihan), airnya bisa meluap dan merusak bagian kendaraan. Untuk menambah air accu yang berkurang, gunakan air accu biasa, jangan menggunakan accu zuur, karena accu zuur hanya digunakan untuk accu baru yang belum dipakai.
Catatan: air accu biasa = air murni/air suling; accu zuur = campuran air murni dan sulfat(H2SO4).

4. Periksa Terminal Accu
Kondisi kendor dan karat pada terminal accu dapat mengakibatkan aliran arus listrik tidak sempurna, hingga dapat menimbulkan ledakan pada accu akibat percikan api pada bagian sambungan. Jika sambungan dengan terminal kendor tinggal dikuatkan saja, namun jika dipermukaan terminal accu kotor atau berkarat maka harus dibersihkan dengan menggunakan sikat kawat.

5. Periksa Pengikat Accu
Pastikan accu diikat dengan kuat atau posisinya tidak bergeser bila mobil berjalan. Accu yang sering terguncang umurnya menjadi lebih pendek. Namun jangan terlalu kencang, karena akan mengakibatakan kerusakan fisik (pecah/retak) pada badan accu itu sendiri..

6. Periksa Apakah Terdapat Kebocoran Accu
Berhati-hati pada area yang ditemukan kebocoran dari bagian badan accu, segera keringkan dan bersihkan area tersebut dan kuatkan penutup sumbat pada accu. Apabila terjadi kebocoran dari badan accu , segera ganti accu dengan yang baru.

7. Periksa Berat Jenis Accu
Jika accu telah diisi ulang, cek berat aki dengan menggunakan hydrometer (biasanya terdapat di bengkel-bengkel). Jika berat jenisnya di bawah ukuran dari accu tersebut, maka accu di charges ulang akan tetapi bila berat jenis setelah di charges ulang tetap dibawah ukuran maka gantilah accu tersebut dengan accu yang baru.

3. PENYEBAB ACCU SOAK :
Setiap unit accu basah terdiri dari plat positive dan plat negative yang berfungsi sebagai penyimpan dan melepaskan listrik, serta separator yang berfungsi sebagai pemisah antara plat positive dan plat negative agar tidak terjadi kontak langsung antara keduanya dan juga untuk menjaga agar temperatur/suhu didalam accu tetap stabil.
Beberapa produsen accu memakai separator yang terbuat dari bahan:
- Wood.
- Rubber.
- Glass fiber mat.
- Cellulose.
- Sintered PVC.
- Microporous PVC/Polyethylene.

Masalah mulai timbul pada plat didalam accu, karena berubah ukuran yaitu pada saat accu discharges (mendapat aliran listrik) plat akan memuai dan saat accu charges (mengeluarkan listrik) plat akan menyusut.
Selama proses discharges plat akan berubah menjadi material active (plat positive lead dioxide dan plat negative spongy lead) yang menyerap sulfat dari acid dan pada saat plat menyusut akan melepaskan sulfat. Hal ini berjalan secara terus menerus sehingga secara perlahan plat terlapisi oleh crystal/spongy deposit sulfat.

Seperti telah diuraikan diatas plat yang secara perlahan dan terus menerus terlapisi oleh crystal deposit sulfat akan membuat performa accu semakin lama semakin menurun, hal ini disebabkan karena crystal deposit sulfat tidak dapat menghantar listrik sehingga proses charges dan discharges juga tidak bisa berjalan secara normal yang pada akhirnya accu tidak kuat lagi menjadi sumber daya listrik untuk menyalakan mesin dan masyarakat luas menyebutnya accu soak. Pada kondisi tertentu crystal deposit sulfat dapat mematahkan plat,merusak separator bahkan menghancurkan accu.

Accu soak juga dapat disebabkan karena :

1. Ampere alternator terlalu besar, tidak sesuai dengan kapasitas accu. misal: alternator 100A menggunakan accu 50A atau 70A. Sehingga separator dan plat cepat rusak, air accu cepat berkurang serta body accu jadi menggembung.
2. Air accu habis/dibawah lower level.
3. Suhu ruangan mesin yang terlalu panas.
4. Mesin tidak dijalankan dalam jangka waktu lama.

Satu lagi, apabila rekan2 mengganti accu baru di toko accu...biasanya harga accu lama kita dihargai murah, buat pegangan saat nego harga tukar tambah...harga accu lama di pengepul (Surabaya) Rp.2.000,-/ampere. ..hehehe lumayan kan, jadi ga nombok terlalu banyak buat ganti accu baru.

Demikian tulisan saya mengenal seluk beluk accu, semoga dapat menambah wawasan kita mengenai accu yang semangkin hari semangkin mahal harganya....


RE: Semua Tentang Accu/Aki - Erwinsyah Sipahutar - 07-01-2013 02:23 PM

nice share om.....


RE: Semua Tentang Accu/Aki - MNgez - 07-01-2013 02:52 PM

Izin Nyimak Om

Nice Share Big Grin


RE: Semua Tentang Accu/Aki - arfriandi - 07-09-2013 02:15 PM

wah, kalo accu ane merk murahan je om, ga ada kode2 kaya gitu...tapi apakah cara perawatannya sama om dengan accu merk ?


RE: Semua Tentang Accu/Aki - theansoracing - 07-09-2013 02:53 PM

kita kan gak ngerawat merk, tp merawat aki
kalo bisa k toko kimia deh
beli bubuk EDTA ato EDTA Teknis
tuk perawatan bisa 2-4 sendok teh d campur dgn air aki
sebelumnya di larutkan terlebih dahulu
info dari http://www.saft7.com


RE: Semua Tentang Accu/Aki - arfriandi - 07-09-2013 08:57 PM

woke om ...